Setelah babak empat besar berakhir, kompetisi bola voli BSI Proliga 2014 memasuki partai puncak. Gelora Istora Bung Karno Senayan, Jakarta, akan menjadi tempat pelaksanaan final, 15 Maret.
Ada empat tim putra dan putri yang akan memperebutkan gelar juara. Tim putra yang akan menghibur ribuan penonton di Istora adalah Jakarta Pertamina Energi dan Surabaya Samator, sedangkan di bagian putri, mempertemukan Jakarta Pertamina Energi melawan finalis tahun lalu, Manokwari Valeria Papua Barat.
Menariknya, pada penyelenggaraan kompetisi yang memperebutkan total uang pembinaan Rp 1 miliar ini, akan lahir juara baru di sektor putri, karena mereka sama-sama belum pernah menjadi yang terbaik. Di bagian putra, bila Pertamina yang keluar sebagai pemenang, maka mereka juga akan mencatatkan namanya dalam daftar sang juara.
Berbeda dengan Samator, yang sebelumnya telah tiga kali menggapai gelar juara. Keempat tim telah sama-sama mengantongi kekurangan dan kelebihan lawan. Pertamina putri, yang tidak pernah kalah di babak reguler, akhirnya ditumbangkan Valeria di babak final four pertama di Bandung. Menariknya. Pertamina berhasil membalas kekalahan mereka di Yogyakarta. Kekalahan itu menjadi satu-satunya kekalahan Pertamina.
"Kami telah mempersiapkan diri untuk menghadapi final melawan Pertamina. Saya kira, kedua tim sama-sama telah mengetahui kekuatan dan kelemahan satu sama lain. Tinggal strategi di lapangan yang membedakan nanti," kata pelatih Manokwari Valeria Papua Barat, Eko Waluyo.
Senada dengan Eko, pelatih Jakarta Pertamina Energi putri Octavian mengatakan, kedua tim sama-sama diperkuat para pemain terbaik yang ada di Indonesia. Pertamina merupakan perpaduan antara pemain timnas Indonesia dan Thailand. Dua pemain timnas Thailand yang menjadi andalan Pertamina adalah Malika Kantong dan Chaisri Tapaphaipun. Pemain timnas Indonesia yang menjadi andalan Pertamina yakni Amalia Fajrina, Maya Kurnia Indri, Zara Alfa, Komang Bumi Rekta, Asih Titi, dan Siska Putri.
"Sudah tentu ada kekuarangan dan kelebihan. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang, dialah yang lebih siap dan tidak membuat banyak kesalahan sendiri," kata Octavian.
Pelatih Jakarta Pertamina Energi putra, Johan Verstappen mengatakan, Samator merupakan tim yang konsisten dan tangguh. Namun, dia berharap timnya dapat mengatasi perlawanan lawan.
Sedangkan pelatih Surabaya Samator Ibarsyah Djanu mengatakan, timnya ingin sekali mengakhiri paceklik gelar juara yang terakhir mereka dapatkan pada 2009 lalu. "Sudah lama sekali, lima tahun lalu. Kini, saatnya kami menjuarai. Kami telah mempersiapkan diri menghadapi mereka," katanya.
Direktur Proliga Hanny Surkatty yakin pertandingan final akan berjalan sangat ketat. "Mereka telah bertemu empat kali di babak reguler dan empat besar. Saya melihat kekuatan semua tim sama rata, tinggal strategi dan kesiapan tim di lapangan yang akan menjadi pembedanya," ujar Hanny.
Ketua Yayasan Bisa Sarana Informatika (BSI), Herman Pratikto pun meyakini persaingan menuju tangga juara sudah semakin dekat. Keempat tim finalis tinggal selangkah lagi mencapai gelar juara BSI Proliga 2014. "Mereka sudah berjuang masuk final. Tentunya ini menarik untuk diikuti. Karena semua tim tidak ingin kalah," tutur Herman.
Selain pertandingan memperebutkan gelar juara yang menyediakan uang pembinaan sebesar Rp 175 juta, baik juara putra maupun putri, akan dilaksanakan juga perebutan juara tiga dan empat. Di bagian putra, juara musim lalu Palembang Bank SumselBabel akan menghadapi Jakarta Electric PLN dan di bagian putri juara 2013, Jakarta Popsivo PGN bertemu Jakarta Electric PLN.
Pertandingan mulai pukul 08.00 WIB. Final mulai pukul 13.00 WIB disiarkan secara langsung di TV-One. Harga tiket reguler sebesar Rp 60.000, VIP Rp 125.000, dan VVIP Rp 300.000.


No comments:
Post a Comment