Proliga 2014
Thursday, April 3, 2014
Friday, March 14, 2014
Juara Baru Lahir di Istora
Setelah babak empat besar berakhir, kompetisi bola voli BSI Proliga 2014 memasuki partai puncak. Gelora Istora Bung Karno Senayan, Jakarta, akan menjadi tempat pelaksanaan final, 15 Maret.
Ada empat tim putra dan putri yang akan memperebutkan gelar juara. Tim putra yang akan menghibur ribuan penonton di Istora adalah Jakarta Pertamina Energi dan Surabaya Samator, sedangkan di bagian putri, mempertemukan Jakarta Pertamina Energi melawan finalis tahun lalu, Manokwari Valeria Papua Barat.
Menariknya, pada penyelenggaraan kompetisi yang memperebutkan total uang pembinaan Rp 1 miliar ini, akan lahir juara baru di sektor putri, karena mereka sama-sama belum pernah menjadi yang terbaik. Di bagian putra, bila Pertamina yang keluar sebagai pemenang, maka mereka juga akan mencatatkan namanya dalam daftar sang juara.
Berbeda dengan Samator, yang sebelumnya telah tiga kali menggapai gelar juara. Keempat tim telah sama-sama mengantongi kekurangan dan kelebihan lawan. Pertamina putri, yang tidak pernah kalah di babak reguler, akhirnya ditumbangkan Valeria di babak final four pertama di Bandung. Menariknya. Pertamina berhasil membalas kekalahan mereka di Yogyakarta. Kekalahan itu menjadi satu-satunya kekalahan Pertamina.
"Kami telah mempersiapkan diri untuk menghadapi final melawan Pertamina. Saya kira, kedua tim sama-sama telah mengetahui kekuatan dan kelemahan satu sama lain. Tinggal strategi di lapangan yang membedakan nanti," kata pelatih Manokwari Valeria Papua Barat, Eko Waluyo.
Senada dengan Eko, pelatih Jakarta Pertamina Energi putri Octavian mengatakan, kedua tim sama-sama diperkuat para pemain terbaik yang ada di Indonesia. Pertamina merupakan perpaduan antara pemain timnas Indonesia dan Thailand. Dua pemain timnas Thailand yang menjadi andalan Pertamina adalah Malika Kantong dan Chaisri Tapaphaipun. Pemain timnas Indonesia yang menjadi andalan Pertamina yakni Amalia Fajrina, Maya Kurnia Indri, Zara Alfa, Komang Bumi Rekta, Asih Titi, dan Siska Putri.
"Sudah tentu ada kekuarangan dan kelebihan. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang, dialah yang lebih siap dan tidak membuat banyak kesalahan sendiri," kata Octavian.
Pelatih Jakarta Pertamina Energi putra, Johan Verstappen mengatakan, Samator merupakan tim yang konsisten dan tangguh. Namun, dia berharap timnya dapat mengatasi perlawanan lawan.
Sedangkan pelatih Surabaya Samator Ibarsyah Djanu mengatakan, timnya ingin sekali mengakhiri paceklik gelar juara yang terakhir mereka dapatkan pada 2009 lalu. "Sudah lama sekali, lima tahun lalu. Kini, saatnya kami menjuarai. Kami telah mempersiapkan diri menghadapi mereka," katanya.
Direktur Proliga Hanny Surkatty yakin pertandingan final akan berjalan sangat ketat. "Mereka telah bertemu empat kali di babak reguler dan empat besar. Saya melihat kekuatan semua tim sama rata, tinggal strategi dan kesiapan tim di lapangan yang akan menjadi pembedanya," ujar Hanny.
Ketua Yayasan Bisa Sarana Informatika (BSI), Herman Pratikto pun meyakini persaingan menuju tangga juara sudah semakin dekat. Keempat tim finalis tinggal selangkah lagi mencapai gelar juara BSI Proliga 2014. "Mereka sudah berjuang masuk final. Tentunya ini menarik untuk diikuti. Karena semua tim tidak ingin kalah," tutur Herman.
Selain pertandingan memperebutkan gelar juara yang menyediakan uang pembinaan sebesar Rp 175 juta, baik juara putra maupun putri, akan dilaksanakan juga perebutan juara tiga dan empat. Di bagian putra, juara musim lalu Palembang Bank SumselBabel akan menghadapi Jakarta Electric PLN dan di bagian putri juara 2013, Jakarta Popsivo PGN bertemu Jakarta Electric PLN.
Pertandingan mulai pukul 08.00 WIB. Final mulai pukul 13.00 WIB disiarkan secara langsung di TV-One. Harga tiket reguler sebesar Rp 60.000, VIP Rp 125.000, dan VVIP Rp 300.000.
Jakarta Pertamina Bertekad Kawinkan Gelar
Setelah sukses membawa tim putra dan putri Jakarta Pertamina ke partai puncak BSI Proliga 2014, managemen tim Jakarta Pertamina kini memasang target baru yakni mengawinkan gelar Juara Putra dan Putri Proliga 2014.
Saat ditemui di Kantor Pusat PBVSI, Pancoran, Jakarta Selatan, Sofyan Yusuf selaku manager tim putra Pertamina mengatakan, "Ini kesempatan terbaik untuk mengawinkan gelar juara, terlebih lagi ini adalah pertama kalinya Jakarta Pertamina bertanding di partai Final." Sofyan juga berujar jika timnya kini berada dalam kondisi fit dan siap
menyongsong partai Final.
menyongsong partai Final.
Hal senada juga diungkapkan manager tim putri Pertamina, Widi Triyoso. "Kami tidak hanya mempersiapkan diri secara fisik tapi juga mental," ujarnya.
Pada BSI Proliga 2014 tim Jakarta Pertamina memang menyiapkan skuadnya dengan sangat matang, salah satunya dengan menggaet beberapa pemain ternama seperti Amalia Fajrina dan Maya Kurnia Indri yang nyatanya mampu membuat Jakarta Pertamina Putri begitu perkasa dan sulit ditaklukan.
Dari 18 laga yang dilakoni, anak asuh Octavian ini mencatatkan rekor gemilang dengan 17 kali kemenangan. Satu-satunya kekalahan yang diderita Jakarta Pertamina terjadi saat Final Four Bandung, saat itu mereka kalah tipis dari Manokwari Valeria dengan skor 2-3.
Di sektor putra, tim Jakarta Pertamina yang saat ini diasuh pelatih asal Belanda, Johan Verstappen juga mencatatkan hasil yang cukup baik. Tertatih di putaran pertama, Ayip Rizal dkk mampu bangkit dan menunjukan taji mereka di putaran kedua.
Namun, keinginan besar Jakarta Pertamina untuk mengawinkan gelar juara tentu saja tidak akan dengan mudah diwujudkan. Tim putri Manokwari Valeria dan tim putra Surabaya Samator yang akan mereka hadapi di partai puncak nanti bukanlah tim yang mudah dikalahkan.
Sepanjang kompetisi bergulir tim Manokwari Valeria menempel ketat Jakarta Pertamina, rekor pertemuan kedua tim di Proliga 2014 dari empat kali pertemuan adalah 3-1 untuk keunggulan Jakarta Pertamina. Sementara hasil berbeda justru ditorehkan oleh tim putra mereka, dari empat pertemuan dengan Samator, tim putra Jakarta Pertamina hanya berhasil menang satu kali saat Final Four seri Bandung.
Layak dinantikan akankah pasukan Jakarta Pertamina mampu mewujudkan ambisi mereka atau justru Valeria dan Samator yang mampu memupuskan ambisi tersebut.
Mahfud Nurcahyadi Rindu Gelar Juara
Prestasinya mungkin belum sesukses Joni Sugiyatno atau Affan Priyo, tapi di pundaknyalah kini tersemat beban sekaligus asa untuk membawa Surabaya Samator menyudahi dahaga gelar Juara Proliga yang terakhir kali mereka rasakan tahun 2009.
BSI Proliga 2014 mungkin akan menjadi salah satu event yang berkesan bagi Mahfud Nurcahyadi, karena di tahun pertamanya menjabat sebagai kapten Surabaya Samator, quicker muda ini sukses membawa timnya melaju ke babak grandfinal.
Mahfud sama sekali tidak pernah berpikir jika Ibarsyah Djanu, pelatih Samator akan mempercayakan ban kapten padanya. Beban sebagai pemimpin tim yang punya nama besar seperti Samator sangat disadari betul oleh Mahfud, terlebih lagi dia belum pernah mengemban jabatan tersebut. "Awalnya saya menolak, tapi karena sadar saya yang paling senior di antara yang lain dan cepat atau lambat pada akhirnya saya toh akan jadi pemimpin," ujarnya.
Semenjak menjadi pemimpin skuad muda tim yang sempat dijuluki sebagai "miniatur Tim Nasional" ini mengarungi ketatnya kompetisi Proliga 2014, Mahfud mengaku jika dia menjadi punya banyak waktu untuk sharing dengan anggota tim dan pelatih.
Bagi anggota timnya sendiri, Mahfud termasuk kapten yang mengayomi dan demokratis. "Dia mau menampung semua usul anak-anak dan menyampaikannya pada pelatih, dia juga lebih bisa merangkul tim," tutur Mirza Pratama, teman dekat sekaligus quicker Samator.
Jelang partai puncak Proliga 2014 menghadapi Jakarta Pertamina, cowok asal Banjarmasin ini tidak menampik jika rasa grogi kerap kali dikeluhkan beberapa anggota timnya yang masih tergolong pemain muda.
"Rasa grogi pasti ada dan itu manusiawi, tapi saya selalu mengatakan pada yang lain untuk bermain tenang, tidak terburu-buru." Menurutnya kalah menang dalam suatu pertandingan itu hal biasa yang terpenting adalah bisa menampilkan permainan terbaik dan menghibur penonton.
Saat disinggung tentang lawan mereka di grandfinal, Sabtu esok Kapten yang kemarin (13/3) baru saja berusia 25 tahun ini berujar, "Pertamina diisi oleh pemain berbakat dan mereka tim yang bagus. Mungkin secara individu kami kalah kelas, tapi secara tim, Surabaya Samator jauh lebih solid."
Mahfud juga tidak lupa menitipkan pesan pada para supporter setia Samator "Kami mohon doa dan dukungan dari para fans, semoga kami bisa menutup Proliga tahun ini dengan lebih baik, kami rindu gelar Juara," ucapnya.
Surabaya Samator memang salah satu tim yang tidak pernah absen sejak Proliga pertama kali digelar tahun 2002 lalu, prestasi yang ditorehkannya pun tidak main-main. Tercatat sudah tujuh kali tim yang bermarkas di Driyorejo ini mencicipi partai final dan tiga di antaranya sukses mereka tutup dengan membawa trofi Proliga pada tahun 2004, 2007 dan 2009.
Selain memasang target juara di Proliga 2014 ini, masih ada sederet target lainnya yang ingin diwujudkan Mahfud di tahun 2014, yakni menikah dan memiliki pekerjaan yang baik. Dia juga berharap jika masih diberi kesempatan untuk kembali membela Tim Nasional di SEA GAMES 2015 mendatang.
Data Diri
Nama: Mahfud Nurcahyadi
TTL: Banjarbaru, 13 Maret 1989
TB/BB: 191 cm/61 kg
No Punggung: 4
Posisi: Quicker
Ayah/Ibu: Mulyani/Sri Lestari
Riwayat Klub:
2006- sekarang Surabaya Samator Prestasi:
Juara 2 Sampoerna Proliga 2010
Juara 3 Sampoerna Proliga 2011
Juara 1 Livoli 2011
Medali Perak SEA GAMES 2011
Medali Emas PON 2012
Juara 3 BSI Proliga 2013
Medali Perak SEA GAMES 2013
Subscribe to:
Comments (Atom)


