Thursday, January 30, 2014

Jakarta Pertamina Mulai Berani Bicara Juara

Menjelang Putaran II Proliga Besok

Babak lanjutan Proliga 2014 segera dimulai. Dengan waktu evaluasi tim yang kurang dari sepekan setelah putaran I selesai di Jakarta, seri I putaran II di GOR Ken Arok Malang besok (31/1) hingga Minggu (2/2) sudah kembali berlangsung.

Hingga akhir putaran pertama lalu, tim putri Jakarta Pertamina Energi dan tim putra Surabaya Samator memuncaki klasemen sementara. Surabaya Samator dari lima kali bermain mengumpulkan poin 12. Yakni, hasil dari empat kali menang dan sekali kalah.

Di sektor putri, Jakarta Pertamina tampil sangat dominan. Dari enam kali bermain, semua dimenangi mereka. Total 18 poin sudah didapat. Sebagai catatan tambahan, hanya Manokwari Valeria Papua Barat (MVPB) yang bisa mencuri satu set kemenangan dari Jakarta Pertamina. Lima tim lain dibabat Jakarta Pertamina dengan skor 3-0.

Nah, menilik capaian Jakarta Pertamina, langkahnya menuju babak final four lebih enteng. Kalau bisa menang di Malang dua kali, yakni melawan Jakarta Electric PLN (31/1) dan Jakarta Bank DKI (2/2), Amalia Fajrina Nabila dkk menjadi tim pertama yang lolos ke babak empat besar.

Meski demikian, Manajer Tim Putri Jakarta Pertamina Widi Triyoso menuturkan bahwa tiket lolos final four di Malang tidak cukup memuaskan jajaran manajemen. Widi menegaskan, gelar juara tahun ini adalah harga mati.

''Kami tekankan gak sekadar kalah menang di Malang nanti. Bukan mengamankan tiket final four yang kami mau, malainkan menjadi kampiun Proliga. Ini berkaitan dengan company image,'' kata Widi kemarin (29/1).

Mengenai timnya yang bertabur bintang, arek Suroboyo itu mengungkapkan tetap ada celah. Misalnya, saat kecolongan satu set melawan MVPB. Dalam kacamata Widi, stamina yang belum stabil menjadi pekerjaan rumah pelatih kepala Octavian.

Yang menjadi catatan tim Jakarta Pertamina, pemain itu-itu saja yang diturunkan. Di seri III putaran I yang digelar di Hall Basket Senayan itu beberapa pemain tidak dimainkan Ook -sapaan Octavian.

Mereka adalah Dhini Indah Sari, Faiska Dwi Permata Tari, Restu Putuara, dan Gracia Angelide. Padahal, dua nama awal itu musim lalu menjadi penggawa utama MVPB saat mereka menjadi runner-up Proliga.

Ook setelah pertandingan di Jakarta beberapa waktu lalu mengakui belum berani bereksperimen. Kalau dirasa momen merotasi para pemain untuk terjun di lapangan ada dan posisi tim aman, Ook berani.

Dia mengakui, sebenarnya skuad Jakarta Pertamina merata. Materi pemain timnas seperti Alia digabung dengan eks timnas seperti Dhini sejatinya modal berarti. Kalau melihat nama-nama dalam tim sejauh ini bisa dilihat Ook yang enggan bereksplorasi dengan skuadnya atau takut timnya gagal menang.

''Kami dari manajemen sudah memberikan evaluasi agar tidak menurunkan pemain yang itu-itu saja. Artinya, pemain diberi kesempatan rata untuk bertanding. Namun, keputusan taktik di lapangan sepenuhnya ada di tangan pelatih. Sebab, dia yang tahu situasinya,'' jelas Widi. (dra/c4/ham)

Performa Pertamina di Atas Rata-rata

JAKARTA Pertamina Energi selama putaran I Proliga tampil sangat dahsyat. Mereka tidak terkalahkan dan kini berhasil memuncaki klasemen putri. Berikut rapor performa para bintang Pertamina.

Amalia Fajrina Nabila

Nomor punggung: 7

Nilai: 9

Inilah motor utama serangan tim putri Jakarta Pertamina. MVP Proliga tahun lalu itu masih paling dominan dalam menyumbangkan poin. Satu catatan lain adalah kestabilan performa Alia, sapaan Amalia Fajrina Nabila, di setiap laga.

Malika Kanthong

Nomor punggung: 15

Nilai: 9

Sebagai legiun asing di tubuh Jakarta Pertamina, Malika sering memberikan kontribusi poin. Tidak melulu melepaskan spike keras untuk mendulang poin, kecermatan penempatan bola pemain timnas Thailand tersebut juga handal.

Maya Kurnia Indri Sari

Nomor punggung: 17

Nilai: 8

Maya menjadi quicker andalan Jakarta Pertamina. Dengan postur hingga mencapai 179 sentimeter, kontribusi Maya untuk blok tim lumayan.

Tapaphaipun Chaisri

Nomor punggung: 12

Nilai: 8

Tapaphaipun adalah sosok pemain all around yang ulet. Penjagaannya di lini pertahanan Jakarta Pertamina membuat tim itu menjadi susah untuk ditembus dari belakang.

Yulis Indah Yani

Nomor punggung: 1

Nilai: 8

Libero asal Banyuwangi ini tampil kokoh meski gagal menembus skuad utama SEA Games XXVII Myanmar lalu. Yulis ingin membuktikan bahwa dirinya layak menjadi pilihan utama timnas dua tahun lagi di Singapura.

Komang Bumi Rekta

Nomor punggung: 8

Nilai: 8

Tosser timnas ini menjadi pemimpin bagi teman-temannya. Ketika kondisi tertekan, Komang bisa tetap tenang dan beberapa bolanya tetap variatif.

Asih Titi Pangestuti

Nomor punggung: 14

Nilai: 7,5

Open spiker berusia 20 tahun ini jeli dalam menjatuhkan bola di daerah lawan. Sayangnya, dia belum stabil di setiap pertandingan.

Zara Alfa Lautania

Nomor punggung: 2

Nilai: 7

Bola pengumpan kedua dalam tim ini terkadang mudah dibaca lawan. Meski belum setenang Komang, Zara memiliki kejelian dalam melakukan blok. (dra/c18/ham) sumber : Jawapos

No comments:

Post a Comment