Keberhasilan tim bola voli putra Surabaya Samator memuncaki klasemen akhir babak penyisihan dengan raihan poin 23, membuat klub Surabaya Samator terus memantapkan berbagai program latihan.
Kendati berhasil memenuhi target bisa meraih tiket babak Final Four, namun Edy Swasono, pembina Surabaya Samator meminta kepada pemainnya untuk tidak sedikitpun meremehkan lawan yang dihadapi.
Saat bersua dengan Palembang Bank Sumsel untuk kali kedua, para pemain asal Surabaya itu diminta untuk fokus pada latihan agar bisa membalas kekalahan pada putaran pertama.
"Seperti yang sudah pernah saya bilang, setiap lawan yang akan kita hadapi tetap tidak akan diremehkan. Palembang Bank Sumsel Babel di putaran pertama lalu dapat mengalahkan Samator, dan di putaran kedua, kita dapat membalas kekalahan", jelas Edy Swasono, Jumat (21/2).
"Kendati kita sudah menggenggam tiket final four, anak-anak tetap kita minta untuk fokus pada latihan," imbuh Edy.
Format pertandingan nanti akan menggunakan sistem kompetisi penuh sehingga tim yang masuk dalam babak final four akan saling bertemu 2 kali. Dua tim bola voli terbaik baik putra dan putri akan tampil di babak grand final di Istora Senayan Jakarta 15 Maret mendatang.
Ibarsyah Danu, pelatih Surabaya Samator mengungkapkan untuk menghadapi pertandingan tersebut pihaknya akan memfokuskan diri pada peningkatan fisik agar terbiasa tampil dalam 4-5 set.
"Kita tingkatkan latihan fisik anak-anak agar terbiasa main hingga 5 set di babak final four," pungkas Ibarsyah.
No comments:
Post a Comment