Monday, January 13, 2014

Surabaya Samator Juara Seri I


Surabaya Samator Juara Seri I

JAKARTA - Juara bertahan sektor putra BSI Proliga Palembang Bank Sumsel Babel (BSB) mengawali seri I dengan buruk. Kemarin (12/1) di GOR Remaja, Pekanbaru, BSB dipaksa menelan kekalahan keduanya. Agung Seganti dkk dibekap Jakarta Electric PLN 0-3 (20-25, 21-25, 13-25).

Padahal, Jumat lalu (10/1) BSB juga ditaklukkan Jakarta BNI 46 dengan skor 2-3. Dengan hasil itu, BSB baru mengemas satu poin dan untuk sementara nangkring di posisi kelima di antara enam tim yang bertanding.

Hasil lain kemarin di sektor putra, Surabaya Samator menundukkan Jakarta BNI 46 3-0 (27-25, 32-20, 26-24). Kemenangan itu menempatkan Samator sebagai juara seri I yang berakhir kemarin. Selanjutnya, seri II berlangsung di Solo mulai 17 Januari 2014.

Pelatih BSB Munawar kemarin menyatakan cukup kecewa atas penampilan anak asuhnya. Munawar yang menggantikan posisi Masyhudi, yang tahun lalu mengantarkan BSB juara, belum cukup mumpuni untuk meramu anak asuhnya.

Munawar juga masih sering galau dengan posisi tosser. Adi Sucipto dan Didi Irwadi yang dipasang bergantian untuk memberikan variasi serangan ternyata gagal. Bola-bola yang diberikan dua tosser itu terlalu mudah untuk dipatahkan Jakarta Electric.

"Saya harus mengakui bahwa Jakarta Electric bermain lebih bagus. Bola pertama dari tosser tak pernah langsung jadi. Apalagi, lawan bermain dengan lebih tenang. Pada akhirnya kami gampang kehilangan poin," kata Munawar. Dia sebetulnya sudah meminta tosser lebih cerdik mengarahkan bola. Meski sudah diinstruksi demikian, tosser kurang menangkap keinginan pelatih.

Manajer BSB Samiluddin mengakui, kegagalan mengikat kerja sama kali kedua dengan pemain asal Kuba Romero Raydel mereduksi kekuatan anak asuhnya. Raydel tahun ini sudah bermain untuk klub Tiongkok. Kontraknya baru selesai April. "Kami masih berusaha menego dia agar kembali ke Indonesia dan bermain bersama kami, namun susah untuk kembali. Kalau tak bisa, ya sudah," sebut Samiluddin.

Kehilangan Udik, sapaan Masyhudi, dan Raydel cukup memukul BSB secara kualitas permainan. Udik yang pada 2011 juga membawa BSB menjadi juara kali pertama adalah otak tim sesungguhnya.
Sebaliknya, pelatih Jakarta Electric Putut Marhaento cukup puas atas kemenangan kemarin. Apalagi, di laga perdana Sabtu (11/1) Jakarta Electric kalah oleh Solo Bank Jateng 2-3. Putut menyebut lawan tampil kurang menggigit. "BSB tak pernah mengubah tempo permainannya. Mereka bermain dengan pola itu-itu saja. Dan kami coba tekan mereka dengan servis pemain kami yang bagus. Dan benar saja, strategi ini memenangkan kami," ucap Putut.

Sementara itu, dari sektor putri, tim juara bertahan Jakarta Popsivo PGN belum juga terhadang. Kemarin Jakarta Popsivo menang 3-1 (20-25, 25-19, 25-22, 25-22) atas Jakarta Electric PLN. Runner-up Manokwari Valeria Papua Barat juga mengempaskan Jakarta BNI 46 3-0 (25-21, 25-18, 25-16). Sedangkan Jakarta Pertamina Energi menang 3-0 (25- 14, 25-16, 25-13) atas Gresik Petro-kimia. (dra/ren/c9/ko)

No comments:

Post a Comment