Wednesday, January 22, 2014

Samator Tumbang Tapi Tetap di Puncak

Penguasa sementara sektor putra Proliga 2014, Surabaya Samator, akhirnya tumbang. Adalah Palembang Bank Sumsel Babel yang mematahkan dominasi Samator dengan kemenangan 3-1 (25-21, 25-19, 11-25, 14-25) di Solo kemarin. Tapi, kekalahan itu tak memengaruhi posisi mereka di puncak klasemen dengan 9 poin dari 3 laga

 Secara keseluruhan, Samator memang mengalami penurunan. Mereka terlihat terlalu percaya diri menghadapi Palembang. "Blok anak-anak sering lolos. Ini tak lain karena mereka sedikit meremehkan," ujar Ibarsjah Danu Tjahjono, pelatih Samator, seusai laga kemarin (19/1).

Ibarsjah menilai komunikasi Raydel Hierrezuelo Aguirre, tosser Samator, dengan para pemain lain yang kurang lancar mengganggu kekompakan tim. "Ada satu pemain yang tidak on fire, akhirnya merembet ke pemain lain. Itu yang kami benahi," terangnya.

Pelatih timnas SEA Games 2013 itu menjelaskan bahwa soal fisik, tidak ada masalah yang dihadapi pemainnya. "Jelang seri III nanti kami terus berbenah," tegasnya.

Dalam laga lain, tim putri Jakarta BNI 46 takluk oleh Jakarta Bank DKI 2-3 (14-25, 15-25, 28-26, 25-19, 7-15). Sedangkan Gresik Petrokimia dibenamkan Jakarta PGN Popsivo 0-3 (24-26, 11-25, 22-25).

Performa Gresik Petrokimia sungguh di luar ekspektasi pelatih dan manajemen. Hingga laga keempat, Petrokimia terus menelan hasil buruk. Di laga terakhir seri II Solo, Jawa Tengah, itu, Aprilia Maharani dkk lagi-lagi kandas. Mereka ditundukkan Jakarta PGN Popsivo 0-3 (26-24, 11-25, 22-25).

Masyhudi, pelatih Gresik Petrokimia, menilai bahwa timnya masih labil di sisi mental. ''Masalahnya masih sama. Ini cukup mengkhawatirkan jika melihat tim ini sebelumnya menjadi runner-up Livoli 2013,'' ujarnya.
Belum lagi penampilan Mendaro yang belum konsisten. Pukulannya sering tidak tepat sasaran. ''Mendaro belum optimal. Kami akan berusaha memaksimalkan potensinya,'' terangnya.

Dalam laga tersebut, Petrokimia punya kesempatan memimpin. Namun sayang, mereka sering kehilangan poin karena kesalahan sendiri. ''Tim kami terdiri atas skuad muda dan pelapis. Mereka belum bisa membantu secara maksimal,'' tegasnya.

Namun, dia merasa perlu sesekali mencoba pemain pelapis untuk memberikan pengalaman bertanding. ''Biar mereka bisa meningkatkan pengalaman dan jam terbang,'' imbuhnya.

Pelatih Popsivo Muhammad Ansory menjelaskan bahwa timnya unggul di set pertama. Itu sebagai momentum bagi Popsivo untuk mempertahankan kedudukan. ''Kunci keberhasilan kami terpusat di set pertama. Saling kejar skor dengan Petrokimia akhirnya kita menangkan. Itu berlanjut di dua set berikutnya,'' tegasnya.

No comments:

Post a Comment